'tak ada kisah tentang c.i.n.t.a yang bisa terhindar dari air mata'
ini tentang c.i.n.t.a ...
tentang ... bagaimana kamu merasakannya ?
tentang ... seperti apa kamu mengungkapkannya ?
dan tentang ... c.i.n.t.a sejati ... ?pertanyaan klasik... apa itu c.i.n.t.a ?
seperti apa c.i.n.t.a sejati ?
saya hanya akan mengutip beberapa syair dari sebuah buku yang isinya 'ngomong' tentang c.i.n.t.a ... 'Jalan Cinta Para Pejuang', oleh Salim A. Fillah...
Bila c.i.n.t.a memanggilmu,
ikutlah dengnnya meski jalan yang kalian tempuh terjal dan berliku.
Dan bila sayap-sayapnya merengkuhmu,
pasrah dan menyerahlah meski pedang yang tersembunyi di balik sayap itu
akan melukaimu.
[Kahlil Gibran]
jangan pernah menjadi budak c.i.n.t.a
karena itu akan membawa kepada kesia-siaan, apalagi jika itu tentang dunia ...
c.i.n.t.a dan tujuan selalu ada jauh di depan
gairah dan hasrat membuatnya terasa dekat
jikapun kemudian ia masih tampak gelap
itu karena mata yang kita pakai untuk melihatnya terletak dalam hati
Apakah kau mendengar suaranya saat memohon untuk tak dikotori?
[Salim A. Fillah]
c.i.n.t.a itu suci ... karena itu ... memohonlah kepada pemilik c.i.n.t.a
jadikan c.i.n.t.aku padaMU Ya Allah
berhenti di titik ketaatan
meloncati rasa suka dan tak suka
karena aku tahu,
mentaatiMU dalam hal yang tek kusukai
adalah kepayahan, perjuangan, dan gelimangan pahala
karena seringkali ketidaksukaanku,
hanyalah bagian dari ketidaktahuanku
[Salim A. Fillah]
bersyukurlah karena bisa men c.i.n.t.a
bukan kita yang memilih takdir
takdirlah yang memilih kita
bagaimanapun, takdir bagaikan angin
bagi seorang pemanah
kita selalu harus mencoba
untuk membidik dan melesatkannya
di saat yang paling tepat
[Shalahuddin Al Ayyubi]
'seperti c.i.n.t.a', katakuini tentang c.i.n.t.a ... c.i.n.t.a ...tak untuk dipelajari
[dan] karena tidak ada syarat untuk men c.i.n.t.a ...
suarakan c.i.n.t.a ... seperti apa bunyinya ... :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar