Kamis, 28 Agustus 2014

CINTA sejati vs sejatinya CINTA ... [bagian ke 2]


'tak ada kisah tentang c.i.n.t.a yang bisa terhindar dari air mata'
ini tentang c.i.n.t.a ...
tentang ... bagaimana kamu merasakannya ?
tentang ... seperti apa kamu mengungkapkannya ?
dan tentang ... c.i.n.t.a sejati ... ?
pertanyaan klasik... apa itu c.i.n.t.a ?
seperti apa c.i.n.t.a sejati ?
saya hanya akan mengutip beberapa syair dari sebuah buku yang isinya 'ngomong' tentang c.i.n.t.a ... 'Jalan Cinta Para Pejuang', oleh Salim A. Fillah...
Bila c.i.n.t.a memanggilmu,
ikutlah dengnnya meski jalan yang kalian tempuh terjal dan berliku.
Dan bila sayap-sayapnya merengkuhmu,
pasrah dan menyerahlah meski pedang yang tersembunyi di balik sayap itu
akan melukaimu.
[Kahlil Gibran]
jangan pernah menjadi budak  c.i.n.t.a 
karena itu akan membawa kepada kesia-siaan, apalagi jika itu tentang dunia ...
c.i.n.t.a dan tujuan selalu ada jauh di depan
gairah dan hasrat membuatnya terasa dekat
jikapun kemudian ia masih tampak gelap
itu karena mata yang kita pakai untuk melihatnya terletak dalam hati
Apakah kau mendengar suaranya saat memohon untuk tak dikotori?
[Salim A. Fillah]
c.i.n.t.a itu suci ... karena itu ... memohonlah kepada pemilik c.i.n.t.a
jadikan  c.i.n.t.aku padaMU Ya Allah
berhenti di titik ketaatan
meloncati rasa suka dan tak suka
karena aku tahu,
mentaatiMU dalam hal yang tek kusukai
adalah kepayahan, perjuangan, dan gelimangan pahala
karena seringkali ketidaksukaanku,
hanyalah bagian dari ketidaktahuanku
[Salim A. Fillah] 
bersyukurlah karena bisa men c.i.n.t.a
bukan kita yang memilih takdir
takdirlah yang memilih kita
bagaimanapun, takdir bagaikan angin
bagi seorang pemanah
kita selalu harus mencoba
untuk membidik dan melesatkannya
di saat yang paling tepat
[Shalahuddin Al Ayyubi]
'seperti  c.i.n.t.a', kataku

aku tidak tertarik siapa dirimu, atau
bagaimana kau tiba di sini.
aku ingin tahu apakah kau mau berdiri di tengah api
bersamaku dan tak mundur teratur.
aku tidak tertarik di mana atau dengan siapa kau belajar.
aku ingin tahu apakah yang menjagamu dari dalam,
saat segala hal berjatuhan.
aku ingin tahu apakah kau bisa sendirian bersama dirimu,
dan apakah kau benar-benar menyukai temanmu
di saat-saat hampa.
-Jean Houtson, A Passion for The Possible-

ini tentang c.i.n.t.a ... c.i.n.t.a ...tak untuk dipelajari
[dan] karena tidak ada syarat untuk men c.i.n.t.a ...
suarakan  c.i.n.t.a ... seperti apa bunyinya ... :)


Senin, 11 Agustus 2014

:) :) :)

"Nulung pepadane, ora nganggo mikir wajah, waduk, kantong.
Jen ana Isi, lumuntur marang sesami."

_SM Sastrokartono

kagumi HOEGENG melalui buku

HOEGENG. Tokoh yang sangat menjadi dambaan bangsa. Ketika semua pihak beramai-ramai berebut jabatan dan kedudukan dengan menghalalkan berbagai cara. Namun, HOEGENG dengan percaya dirinya bangga dengan apa yang dia miliki pada waktu itu, ketika dia menjabat sebagai Kepala Reskrim di Sumut. HOEGENG berhasil membuat geram para cukong perjudian, karena dia menolak 'hadiah-hadiah' dalam sambutan kedatangannya ke Medan yang berupa rumah pribadi serta fasilitas-fasilitas pribadi yang ditujukan untuknya. Namun sekali lagi dia juga menolak perabotan-perabotan rumahnya yang telah disediakan saat dia menempati rumah dinasnya. Dengan berani dia mengeluarkan seluruh perabot-perabot tersebut dari rumahnya dengan paksa. Setelah saat itu Medan gempar karena kedatangan seorang polisi yang tidak mempan 'disogok'.
Mungkin sikap dan pendiriannya ini tertanam sejak kecil, karena Ayahnya-Sukario Hatmodjo adalah seorang Kepala Kejaksaan yang bersama kedua rekannya yang lain adalah sosok penegak hukum yang jujur dan profesional. Oleh karena itu pendirian yang tertanam pada dirinya "yang penting dalam kehidupan manusia adalah kehormatan. Jangan merusak nama baik dengan perbuatan mencemarkan."
berikut adalah kutipan ungkapan yang menarik yang ditujukan untuk HOEGENG,
"HANYA ADA 3 POLISI YANG TIDAK BISA DISUAP
PATUNG POLISI,
POLISI TIDUR & HOEGENG"
KH. ABDURRAHMAN WAHID
 
Sikap jujur dan tidak takut atas nama kebenaran, itulah yang menjadi kebanggaan. 
"it's nice to be important, but it's more important to be nice" _HOEGENG

Melalui buku 'Menguak Misteri Sejarah' inilah saya mengetahui siapa sosok HOEGENG walaupun hanya sekilah saja. Namun, dari itu saya makin ingin tahu lebih banyak tentang tokoh-tokoh pada masa itu, yang berani memperjuangkan sesuatu karena benar. Karena tidak sedikit yang menyerah dengan keadaan, daripada mempertahankan demi kebenaran. Sekali lagi, jika kita mau menyadari, bahwa apa yang kita miliki atau kita nikmati sekarang adalah hasil dari perjuangan kita atau pendahulu kita.

Semoga saya bisa jadi lebih berani dalam bersikap dan punya pendirian. 
Yaa sobat Blogger ... ^_^ hihii