Jumat, 19 Oktober 2012

Aku & Syahadat


Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh


            Nama saya Dani Mega Sari, sekarang saya adalah seorang mahasiswi di sebuah perguruan tinggi di Semarang, Unnes. Saya adalah anak ke 2 dari 4 bersaudara, ibu saya bernama Lasinah dan ayah saya bernama Parmo, saya dilahirkan dari keluarga yang biasa-biasa saja, bukan termasuk keluarga yang mempunyai pengetahuan agama yang bagus, karena riwayat orang tua saya pun bukan berasal dari keluarga yang memiliki pengetahuan agama yang bagus. Karena di keluarga kami memang tidak memiliki sejarah yang sepesial mengenai pengetahuan agama, namun bukan berarti orang tua kami acuh mengenai agama, kami diperkenalkan agama sejak kecil, lingkungan yang mendukung menjadikan tumbuh kembang pengetahuan agama kami menjadi baik, berawal dari pengajian-pengajian kecil di desa yang diadakan oleh sebuah oraganisasi remaja tingkat RT yang semangat menggalang pengajian untuk anak-anak. Karena semangat dan dorongan dari berbagai pihak, saya dan ke tiga saudara saya pun dapat mempelajari pengetahuan agama selain di dalam lingkup sekolah, seperti di pengajian anak-anak sampai mengikuti TPQ.

            Berbicara mengenai pengetahuan agama, syahadat adalah dasar dari agama islam, dan menjadi syarat awal masuk ke dalam agama islam. Syahadat yang saya ketahui adalah menjadi rukun islam yang pertama ketika seseorang masuk dalam agama islam, tetapi bagi saya, yang islam sejak lahir, maka syahadat yang saya miliki langsung, maksudnya langsung masuk dimana saya mengamalkan syahadat itu sendiri, yait dalam melakukan sholat 5 waktu. Lain halnya apabila seorang mualaf, maka mereka dikhususkan untuk membaca syahadat terlebih dahulu sebelum dapat dikatakan masuk agama Islam. Istilahnya adalah untuk seorang mualaf ialah, mereka mengerti makna syahadat itu sendiri baru dapat mengamalkannya setelah syah masuk islam, namun bagi mereka yang masuk agama islam sejak lahir, seperti saya, mereka mengamalkan syahadat itu sendiri baru dapat mengetahui makna yang terkandung dalam syahadat itu. Saya pun mempunyai pandangan yang berbeda mengenai syahadat, sewaktu saya masih kecil dan dengan saya yang saat ini, dahulu yang saya tahu mengenai syahadat itu ialah sebuah kesaksian kita dengan islam, yaitu bersaksi bahwa Allah SWT adalah Tuhan yang wajib kita sembah dan Rasulullah, Muhammad SAW adalah utusan Allah SWT, lain dengan yang saat ini saya ketahui dan saya yakini, bahwa syahadat ialah sebuah sumpah, jadi ada perbedaan mengenai bersaksi dan bersumpah, sumpah ialah seperti janji pasti yang kita ucapkan yang haram untuk dianggap sepele, apalagi untuk kita ingkari. Jadi dalam syahadat itu, isi sumpah kita ialah, saya bersumpah bahwa Allah-lah satu-satunya Dzat yang WAJIB kita sembah, dan WIJIB hukumnya kita menghambakan diri kepadanya, dan saya bersumpah bahwa Nabi Muhammad ialah Rasululloh, yang wajib kita imani sebagai imam sepanjang masa.

Karena sumpah lebih menegaskan kita setelah kita bersaksi.


Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh. 


Dani Mega Sari       

Tidak ada komentar: